Kita Hanya Sebatas Hampir

 KITA HANYA SEBATAS HAMPIR

Oleh : Kiko



Aku tidak tahu apakah kamu hanya tidak peduli, tidak

menyadari atau tidak menginginkanku. Kamu tidak pernah benar-benar mengatakan apa yang kamu inginkan. Ini sulit untuk terjebak di tempat ketidakpastian dalam hal masalah hati -- terutama ketika di titik ini hanya aku saja yang memperjuangkan.

Katamu, kita akan terus bersama merajut masa depan, tapi sikapmu memaksa ku pergi perlahan. Aku terus melangkah, namun badai menghentikanku. Aku tahu sekarang bahwa aku harus membalik halaman dan menutup bab tentang kamu dan aku seandainya memang jika benar-benar ada "kamu dan aku." Aku sangat lelah menghitung hari setelah kau pergi. Jiwaku menggantung rendah, sementara aku memegang kepalaku. Di depan kaca itu, tatapanku mulai sayu.

Ini akan sulit, aku tahu, dan aku akan meneteskan banyak air mata saat aku melakukan apa yang harus kulakukan untuk melepaskanmu. Akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar memilikimu untuk memulai cerita "Kita" yang sesungguhnya karena kita hanya sebatas "Hampir"

Komentar